Archive for January, 2011

web usability (terakhir)

untuk postingan terakhir ini , saya akan membahas usability Jemanoshop dengan 10 heuristic evaluation.

1. visibility of system status.

disini tampak terdapat judul web yang menggambarkan konten.

2. match between system and the real world

disini sistem menggunakan icon-icon yang umum digunakan sehingga cukup mudah dan sesuai dengan keadaan nyata. menu juga berbentuk pada umumnya.

3. user control and freedom.

di Jemanoshop user mengambil peranan penuh. sistem hanya mengarahkan pengguna untuk melakukan transaksi. jika dalam transaksinya pengguna ingin membatalkan pun bisa dengan mudah. untuk kembali ke halaman sebelumnya atau kembali ke menu sebelumnya, disitus ini juga disediakan breadscrumbs.

4. consistency and standard

secara keseluruhan web ini konsisten , ukuran, warna font, dan judul halaman. tetapi untuk pemilihan bahasa masih kurang. karena ada beberapa yang berbahasa indonesia dan ada satu bagian task yang menggunakan seluruhnya bahasa inggris.

5.help user recognize and recovers from errors

muncul pop up window untuk kesalahan tertentu atau peringatan diatasnya jika login. pengguna masih dapat login pada halaman semula tanpa melakukan suatu pekerjaan lebih

6. error prevention

tidak ada error prevention dari situs ini, tidak ada keterangan lengkap tentang batasan-batasan inputan data.

7. recognition rather than recall

pilihan-pilihan disini terlihat, sehingga pengguna tidak perlu mengingat-ingat. menu dan kategori selalu muncul di judul dan di breadcrumbs. produk yang baru saja dilihat juga dapat dilihat kembali pada bagian ‘paling sering dilihat’.

8. flexibility and minimalist design

terdapat paging pada galeri sehingga tidak panjang kebawah. kebanyakan tidak berhalaman panjang sehingga mudah dilihat.muncul dialogbox jika terjadi kesalahan . dapat menggunakan keyboard untuk beberapa fungsi sehingga lebih mudah.

9. Aesthetic and Minimalist Design

untuk desain user interface cukup simple, tidak terlalu banyak warna. hanya ada bagian dimana warna font dan background yang tidak pas sehingga tulisan tidak terbaca. judul cukup jelas, tetapi masih kurang menjadi perhatian karena ukuran dan warna nya yang kurang bold.

10.help and documentation

disini tiap cara penggunaan bahkan dibuat menu sendiri. jadi untuk help cukup bagus. informasi juga mudah ditemukan. dokumentasi bagus.

sekian

memorability, error, dan satisfaction

poin ketiga pada bagian usability menurut nielsen adalah memorability. memorability adalah ketika pengguna kembali menggunakan website setelah jangka waktu yang lama tidak menggunakannya, bagaimana dapat dengan mudah membangun kembali kemampuan mereka?  secara garis besar Jemanoshop memiliki memorability yang baik. ini dikarenakan Jemanoshop tidak memiliki banyak fitur atau fungsi-fungsi, sehingga mudah bagi pengguna untuk mengingat kembali.

apalagi untuk pengguna internet yang sudah terbiasa dengan belanja online, tentu sangat mudah.

untuk error, dari beberapa task yang dicoba ,misal tidak mengisi form, maka akan muncul alert window. setelah di kli maka akan kembali ke halaman sebelumnya. jadi error preventionnya juga cukup bagus.

untuk satisfaction, atau kepuasan dalam memakai ditentukan oleh pemakai itu sendiri. dalam penggunaannya user akan merasa puas, jika jalannya semua prosedur lancar dan mudah. disini karena prosedur mudah sehingga mungkin user merasa puas. dilihat dari website nya yang kurang “oke” dari segi desain tampaknya user sedikit kurang puas.

Efisiensi

Setelah pada posting sebelumnya saya membahas learnability, pada posting ini saya akan membahas efisiensi dari situs e-commerce Jemanoshop .

efisiensi dapat dilihat dari seberapa cepat pengguna dapat menyelesaikan task-task nya.

sebagai contoh dari efisiensi, disini saya akan mencoba 2 task untuk dilakukan. pertama, melihat-lihat barang dan yang kedua membeli barang.

untuk melihat-lihat gambar caranya terbilang mudah, cukup di klik gambar dan langsung masuk ke bagian detail gambar. jika pengguna ingin melihat gambar lainnya dari situ juga dapat dengan mudah memilih dari gambar yang disediakan di bagian ‘same category’ , maupun dapat kembali menggunakan jejak yang sudah disediakan diatas. banyak disediakan pilihan cara untuk user.

untuk memesan barang user juga dimudahkan. di halaman galeri detail tas , langsung terdapat tombol add to cart. dari situ user akan masuk bagian shopping cart summary yang bisa melanjutkan berbelanja kembali atau langsung membeli barang tersebut. jika langsung membeli maka user akan melanjutkan langkah-langkah untuk membeli barang. terdapat 5 langkah yang step-stepnya muncul diatas. step-step nya adalah

* Shopping Cart Summary
* Login
* Address
* Shipping
* Payment

disini langkah-langkah yang dilakukan cukup mudah, bahkan jika user belum login ataupun belum memiliki akun. Jemanoshop juga menyediakan pembelian barang tanpa harus mendaftar terlebih dahulu. jika yser belum login , user dapat langsung login pada form login yang disediakan di form pemesanan. setelah login pun user langsung ter-direct ke halaman sebelumnya. disini dinilai cukup efisien karena user tidak perlu membuka halaman baru untuk login ataupun membuka halaman pemesanan untuk kembali.

secara keseluruhan Jemanoshop efisien.

Learnability

Pada posting ini saya akan membahas learnability dari situs e-commerce Jemanoshop .

pertama-tama kita lihat dari tampilan home Jemanoshop nya.

kemudahan untuk dipelajari (learnability). berdasarkan pengertiannya:  The aspect of learnability is defined as the system’s support of the user’s efforts to learn how a system or an application has to be used (Hampe-Nateler et al. 100)

learnability biasanya di maksudkan untuk pengguna yang pertama kali mengunjungi dan “belajar” bagaimana menggunakan atau menyelesaikan task-task yang ada pada sistem tersebut.

dapat dilihat pada Jemanoshop learnability-nya cukup baik,memiliki task task yang simple , sehingga jika kita sudah menemukan dimana tempat untuk melakukan suatu task maka task tersebut bisa berjalan dengan mudah. disisi lain, Jemanoshop
karena banyak tulisan yang kecil ataupun warna yang samar dengan background atau juga tertutup oleh gambar-gambar yang ada.   .

contoh kesulitan : jika saya ingin melihat-lihat tas lainnya selain yang ditampilkan di home, dimana sub categories malah dijadikan dropdown menu pada home.

contoh kemudahan : jika saya ingin memesan barang saya cukup klik ke gambar, lalu melihat detil, add to cart, lalu tinggal mengikuti sistematika yang ada.

tapi secara keseluruhan Jemanoshop mudah untuk dipelajari

jemanoshop -tas online-

Perkembangan jaman diikuti teknologi telah membawa perubahan pesat dalam banyak bidang, salah satunya pada bidang jual beli. Bidang jual beli menjadi semakin menarik dapat dilihat bahwa sampai saat ini bahkan perkembangannya hingga tahap jual beli online. Hal tersebut lantas memberi penjelasan bahwa website pun menjadi aset yang begitu penting bagi perusahaan/merk dagang online.

sebelum melakukan kajian terhadap website dari Jemanoshop, sebaiknya kita bahas terlebih dahulu ttg usability

Usability dapat diartikan secara singkat yakni kemampuan user dapat belajar dan menggunakan sebuah produk untuk mencapai tujuan yang diharapkannya disertai dengan seberapa baiknya pengalaman yang diperoleh user saat produk tersebut digunakan. Pada hal ini usability produk yang ditinjau adalah berupa website.

dari Galitz, Usability adalah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah user interface untuk digunakan.

Bennett (1979) adalah orang pertama yang menggunakan istilah usabilty untuk menggambarkan efektivitas kinerja manusia. Pada tahun-tahun berikut definisi yang lebih formal diusulkan oleh Shackel (1981) dan dimodifikasi oleh Bennett (1984). Shackel (1991) hanya didefinisikan kegunaan sebagai “kemampuan untuk digunakan oleh manusia dengan mudah dan efektif, di mana,
mudah = ke tingkat tertentu penilaian subjektif, efektif = ke tingkat tertentu kinerja manusia. ”
Dalam beberapa tahun terakhir lebih deskripsi tertentu telah disajikan. Nielsen (2003) menunjukkan kegunaan ini memiliki lima komponen kualitas:

  • Kemudahan dipelajari (Learnability) : Seberapa mudah bagi pengguna untuk menyelesaikan tugas-tugas dasar saat pertama kalinya mereka menemui desain tersebut ?
  • Efisiensi : Setelah pengguna telah belajar desain, seberapa cepat mereka dapat melakukan task-task ?
  • Memorability : Ketika pengguna kembali menggunakan desain setelah jangka waktu yang lama tidak menggunakannya, bagaimana dapat dengan mudah membangun kembali kemampuan mereka?
  • Kesalahan (Errors) : Berapa banyak kesalahan yang dilakukan pengguna, seberapa parah kesalahan tersebut, dan bagaimana dapat dengan mudah mereka pulih dari kesalahan?
  • Kepuasan (Satisfaction) : Seberapa menyenangkan untuk menggunakan desain tersebut ?

Dimensi dari usability juga telah diuraikan oleh Quesenbery (2003), yaitu:

  • Efektif. Kelengkapan dan akurasi dengan mana pengguna mencapai tujuan mereka.
  • Efisien. Kecepatan (dengan akurasi) dengan mana pengguna dapat menyelesaikan tugas-tugas mereka.
  • Melibatkan user (Engaging). Sejauh mana nada dan gaya antarmuka membuat produk yang menyenangkan atau memuaskan untuk digunakan.
  • Kesalahan toleran (Error tolerant). Seberapa baik disain mencegah kesalahan dan membantu pemulihan dari yang yang terjadi.
  • Mudah untuk dipelajari. Seberapa baik produk mendukung orientasi awal dan memperdalam pemahaman kemampuannya.

Berdasarkan komponen tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pada bidang Jual Beli Online, situs perusahaan tersebut menjadi aset yang sangat berharga untuk menarik minat konsumen. Faktor usability secara tidak langsung, lantas menjadi tolak ukur suatu perusahaan bertahan hidup. Apabila homepage/ halaman home dinilai gagal untuk menjelaskan apa yang ditawarkan perusahaan serta apa yang dapat user lakukan, user akan meninggalkannya begitu saja.